KEMAPANAN
ATURAN
“Tidak
banyak orang yang dapat dengan tenang mengungkapkan pendapat-pendapatnya yang
berbeda dari prasangka-prasangka lingkungan sosial mereka. Kebanyakan orang
bahkan tidak mampu membentuk pendapat-pendapat seperti itu”.
-Albert Einstein –
![]() |
| Albert Einstein |
Kalau
Anda tak dapat memecahkan suatu masalah, itu mungkin karena Anda terperangkap
dalam kemapanan aturan. Kita semua memiliki aturan pola-pola berpikir yang
sudah tertanam, yang keliru kita anggap sebagai kebenaran. Aturan-aturan kita
itu terbentuk secara alami. Dengan sering digunakan, ide-ide menjadi aturan.
Kalau kemapanan aturan terbentuk, semua ide yang bertentangan dengan aturan
tersebut diabaikan.
Aturan
tidaklah selalu buruk. Mereka adalah seperti rel kereta api. Kalau Anda ingin
mengikuti aturan, boleh saja. Tetapi seperti tujuantujuan yang tidak
terjangkau, oleh rel kereta api, ada solusi-solusi yang tak dapat dicapai
dengan aturan-aturan kita. Satu-satunya cara untuk sampai ke sana adalah ke
luar dari relnya.
Aturan-aturan
menghambat pemikiran inovatif karena tampaknya demikian benar. Mereka
sembunyikan berbagai solusi unggul yang ada tetapi di luar kemapanan aturan
kita. Solusi-solusi hebat ini hanya akan ditemukan dengan melanggar aturan.
Tak
seorangpun kebal terhadap kemapanan aturan. Bahkan Einstein pun selama
bertahun-tahun terhambat oleh salah satu prasangkanya. Tetapi baginya, aturan
yang melanggar itu tampaknya tak dapat dilanggar.
Mungkin
Anda tidak tertarik menemukan hukum-hukum alam, semesta, tetapi masih banyak
masalah berat yang harus Anda pecahkan. Mungkin masalah-masalah Anda . bahkan
lebih berat daripada masalah Einstein. Mungkin Anda bersaing dengan orang-orang
cerdas di lingkungan yang berubah-ubah setiap kah Anda memikirkannya. Mungkin
tantangan Anda tampaknya mustahil. Tetapi ada jawabannya — kalau. Anda dapat
belajar melanggar aturan.
Hambatan
sesungguhnya kalau kita dihadapkan dengan masalah yang mustahil adalah di dalam
diri kita sendiri. Pengalaman-pengalaman kitalah, asumsi-asumsi kita yang
keliru, separuh kebenaran, penyama-rataan yang salah kaprah, dan
kebiasaan-kebiasaan kita, yang menghalangi kita dari solusi-solusi yang
brilian. Ide-ide baru yang hebat-hebat, solusi-solusi yang penting itu, ada.
Hanya saja, mereka berada di luar pikiran yang muncul. Kalau tidak, pasti sudah
ditemukan oleh seseorang. Anda harus melanggar aturan untuk memecahkan
masalah-masalah mustahil. (BERSAMBUNG….KE BAGIAN 2)
(Dikutip
dari: How to think like Einstein karya: Scott Thorpe)

0 komentar:
Posting Komentar